Setiap Wanita di Tempat Ini Harus Menikahi Sesama Jenis, Alasannya?

Benua Afrika memang dikenal sebagai tanah yang masih kental dengan masyarakat adatnya. Banyak sekali adat dan tradisi, baik tradisi unik hingga tradisi aneh yang cenderung tak lazim bagi masyarakat di belahan bumi lainnya. Sebuah tradisi aneh kali ini datang dari sebuah wilayah di negara Tanzania.

Di negara ini, ada sebuah adat yang mewajibkan setiap wanita untuk menikahi sesama wanita, tak peduli orientasi seksualnya normal atau tidak. Namun anehnya, mereka tetap dapat memiliki keturunan untuk dapat meneruskan tradisi aneh ini di masa berikutnya.

baca juga : Operasi Bibir 6 Selebriti Hollywood Ini Bikin Gagal Cantik

Bukan tanpa alasan, mereka tetap melestarikan tradisi ini di era modern seperti saat ini. Mungkin Anda akan bertanya-tanya mengapa pemerintah membiarkan tradisi menikahi sesama jenis ini terus berlangsung. Dikutip dari Wittyfeed, berikut adalah kisahnya. Silahkan disimak.



Tradisi ini dilestarikan oleh suku Kurya di sebuah desa bernama Desa Nyamongo yang terletak di Provinsi Mara. Sebuah provinsi kecil di utara Tanzania dengan jumlah populasi 700 ribu jiwa. Sehari-hari, masyarakat hidup dengan berternak dan mengembalakan hewan.

Peraturan adat aneh ini biasa disebut dengan 'Nyumba Ntobhu', yang berarti rumah perempuan. Setiap wanita muda wajib menikahi sesama wanita yang usianya lebih tua. Ada beberapa kondisi sehingga setiap wanita muda wajib menikahi sesamanya.



Calon mempelai wanita yang lebih tua haruslah seorang janda, baik itu cerai mati maupun cerai hidup. Janda yang memiliki anak harus menunggu hingga semua putra-putrinya menikah dan meninggalkan rumah sebelum ia menikah lagi dengan wanita yang lebih muda. anda tersebut harus memberikan sejumlah mahar bagi wanita muda yang akan ia nikahi.



Salah satu tujuan mereka menikahi wanita yang lebih muda adalah untuk menemani mereka di masa tua. Anak-anak tidak berkewajiban lagi merawat ibu mereka setelah menikah, dan kewajiban itu kini menjadi milik mempelai wanita muda.

baca juga : Awas, 5 Makanan Ini Bisa Membunuh Libido

Setiap wanita muda yang telah menikah harus menemani pasangannya dan tinggal bersama dalam satu rumah, memasak bersama, dan hidup selayaknya pasangan berumah tangga. Mereka dapat berbagi ranjang bersama, namun tidak diperkenankan untuk berhubungan selayaknya suami istri 'normal'. Mereka hidup bersama untuk saling menjaga saja.




Selanjutnya, wanika muda yang telah menikah ini akan diizinkan untuk memilih laki-laki di luar pernikahannya sebagai ayah untuk anaknya nanti. Uniknya lagi, sudah menjadi peraturan tak tertulis, bahwa setiap wanita muda yang menikah harus mengandung anak laki-laki untuk mendapatkan hak waris dari wanita tua yang menjadi pasangan ibunya dalam ikatan pernikahan.



Lantas, apa tujuan dari adat menikahi sesama jenis ini? Tanzania termasuk negara dengan tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang tinggi. Tercatat sekitar 45% wanita usia 15-49 tahun yang telah menikah, menjadi korban kekerasan oleh suaminya. 72% di antaranya terjadi di Provinsi Mara, yang merupakan angka tertinggi di negara Tanzania.

baca juga : Ada Kisah Mengharukan di Balik Anak-anak Bertato Ini

Penerapan adat menikahi sesama wanita ini terbukti mampu menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga secara signifikan. Para istri tak lagi menjadi korban kekerasan suaminya, dan dapat hidup sejahtera selama mereka mampu melahirkan anak laki-laki. 



Sebelum tradisi ini dilangsungkan, seorang pria  dapat membeli banyak istri dengan seekor sapi sebagai pengganti untuk keluarganya. Tradisi ini sangat merugikan wanita dan beresiko lebih tinggi mengalami KDRT.



Homoseksual sendiri dilarang keras oleh suku Kurya. Mereka melangsungkan tradisi ini untuk alasan yang kuat demi keselamatan kaum wanita. Sistem keluarga yang aneh ini sudah dilangsungkan oleh suku Kurya selama beberapa dekade. Sistem ini juga terbukti berhasil memanjangkan keturunan dan memperoleh ahli waris yang sah dan meminimalisir konflik.

baca juga : Miris, 7 Artis Indonesia ini Hidup Menderita di Masa Tuanya

Bagaimana menurut Anda? Sangat unik bukan?

0 komentar