Fakta Kejam Dibalik Pelatihan Hewan Sirkus Ini Buat Hati Miris

Pertunjukan sirkus telah menjadi salah satu hiburan rakyat yang melegenda sejak ratusan tahun lalu. Berasal dari belahan bumi bagian barat, pertunjukan sirkus kini telah merambah ke hampir seluruh dunia, dan menjadi tontonan favorit bagi banyak orang. Saat menonton sirkus, kita dapat menyaksikan berbagai pertunjukan baik yang dilakukan manusia hingga para hewan.

Kita pasti pernah merasa kagum dengan keahlian para hewan dalam melakukan berbagai atraksi, seperti berhitung hingga melompati roda api. Untuk menjadi hewan sirkus yang lihai memainkan berbagai trik, para hewan ini telah menjalani berbagai metode pelatihan. Seperti halnya manusia, hewan juga bisa mempelajari banyak hal, namun tentu saja diperlukan cara khusus agar mereka menurut dan mampu melakukan hal-hal yang sudah diajarkan.

Sayangnya, kekerasan seringkali terjadi di balik pelatihan hewan sirkus. Para hewan harus menjalani hidup yang keras dan terkukung demi menjadi hiburan bagi manusia. Berikut adalah beberapa fakta di balik pelatihan hewan sirkus yang membuat hati miris.
baca juga : Pernah Jadi Penyuka Sesama Jenis, 6 Aktris Ini Kini 'Bertobat'
Gajah dipisahkan sejak kecil dari induknya agar menurut saat dilatih


Gajah termasuk salah satu hewan sirkus yang digemari. Melatih gajah menjadi hewan sirkus bukanlah hal yang mudah.  Gajah yang sudah dewasa sangat sulit dilatih, oleh karena itu sirkus lebih menyukai untuk melatih gajah sejak bayi. Para bayi gajah yang sudah disiapkan menjadi bintang sirkus akan dipisahkan dari induknya sejak masih kecil. Saat menjalani pelatihan, bayi gajah seringkali menerima kekerasan seperti diikat, dipukul, hingga disetrum.

Kaki beruang dibakar agar bisa berjalan seperti manusia



Terlahir sebagai hewan berkaki empat, menjadikan beruang harus berjalan dengan empat kakinya. Namun, setelah diangkat menjadi bintang sirkus, beruang terpaksa menerima berbagai pelatihan yang kental dengan unsur kekerasan agar ia bisa berjalan dengan dua kaki layaknya manusia. Pelatih akan mengikat leher si beruang dan meletakkannya di antara dua tiang pegangan agar si beruang mau berjalan dengan dua kaki belakangnya saja.tak jarang, dua kaki depan beruang dibakar agar ia merasakan sakit jika berjalan dengan empat kaki. Hingga akhirnya si beruang pun mau tak mau harus bisa berjalan dengan dua kaki belakangnya.

Cambukan untuk melatih monyet naik sepeda



Anda pasti sering melihat pertunjukan sirkus yang menampilkan monyet yang ahli bersepeda. Di balik aksi lucu tersebut, monyet sirkus telah menjalani pelatihan yang kejam dan keras. Saat dilatih naik sepeda, kaki monyet akan dirantai pada pedal sepedanya. Tak jarang pelatihnya memberikan cambukan saat si monyet gagal melakukan hal yang telah diajarkan. Cara melatih yang terkesan kejam ini berasal dari sirkus Cina dan telah dilakukan oleh banyak sirkus pula di seluruh dunia.
Gigi dan cakar harimau dihancurkan agar tak mengancam keselamatan pelatihnya



Bagi Anda yang memelihara kucing, tentu sangat memahami betapa sulitnya melatih hewan kesayangan Anda tersebut. Pada dasarnya, semua spesies kucing adalah makhluk independen dengan ego yang tinggi sehingga tidak senang jika dipaksa melakukan sesuatu. Begitupun halnya dengan spesies kucing besar seperti harimau dan singa.

Kedua hewan tersebut seringkali menjadi bintang sirkus paling andalan. Sangat sulit untuk melatih mereka, ditambah lagi potensi penyerangan yang bisa saja dilakukan kucing besar ini saat merasa terancam. Untuk menghindari hal tersebut, banyak sirkus yang menghancurkan gigi dan cakar harimau yang mereka miliki agar potensi bahayanya tidak terlalu tinggi.

Monyet terus tercekik saat dilatih menggunakan galah



Selain naik sepeda, salah satu atraksi monyet adalah berjalan menggunakan galah. Faktanya, monyet akan terus memiliki ikatan pada lehernya selama ia dilatih. Saat posisi monyet mulai goyah dan akan terjatuh, pelatih akan menarik rantai yang mengikat leher monyet agar ia kembali stabil. Tak usah dibayangkan, hal ini tentu sangat menyakitkan dan menyesakkan bagi si monyet.
Demikianlah beberapa fakta mengenai kejamnya hidup yang harus dijalani hewan saat menjadi bintang sirkus. Mungkin sistem ini tidak dilakukan oleh seluruh sirkus, namun faktanya hal tersebut telah terjadi dan harus diakui sudah dimaklumi oleh banyak orang. Bagaimanapun, hewan juga memiliki hak yang harusnya tak dilanggar begitu saja hanya demi kesenangan kita bukan? Bagaimana menurut Anda?

referensi : http://www.therichest.com/shocking/15-heartbreaking-images-of-circus-animals-around-the-world/

0 komentar